Sabtu, 02 Agustus 2008

(SU)Positive Thinking

Harus saya akui, seorang teman saya, sebut saja namanya AB, sangat positif dalam berpikir.
Suatu saat, saya sudah lupa sebabnya, saya menceritakan pada AB sebuah kisah yang saya baca di majalah.

Seorang nenek berulang-tahun yang ke 80. Keluarganya lalu mengadakan sebuah acara reuni keluarga dirumah mereka untuk memperingati ulang tahun si nenek itu. Seluruh anak, menantu, cucu, bahkan cicitnya datang dan merayakan pesta ulang tahun nenek ini dengan meriah. Sepanjang hari anak-anak bermain dan berlarian di halaman, sementara para orang tua bertukar cerita dan memasak di dapur. Saat makan, seluruh anggota keluarga berkumpul dan suasana di meja sangat meriah.
Disore hari semua orang berkumpul di ruang keluarga dan mengobrol.
Kemudian, salah seorang cucu nenek itu bertanya, "Nek, dalam hidup nenek, saat mana yang paling membahagiakan bagi nenek?"
Si nenek menjawab,"Hari ini, Cu. Hari ini."

Sampai disini teman saya AB langsung menyahut,"Wah, bagus sekali cerita itu! Memang kita harus selalu berbahagia dihari ini. Bukan mengingat masa lalu atau berharap akan kebahagiaan dimasa depan. Kita harus bahagia hari ini. Saat ini."
Saya terdiam dan tidak melanjutkan cerita itu lagi. Saya tidak mau merusak positive thinking teman saya, karena sebenarnya dalam cerita itu si nenek sudah pikun dan sudah lupa masa mudanya dulu.

Tidak ada komentar: