Ini pengalaman seorang rekan kerja saat saya masih bekerja di Yogya. Saat itu teman saya ini sedang dikirim ke Jepang untuk suatu pelatihan.
Bersama beberapa rekan lainnya, teman saya ini berangkat ke tempat pelatihan yang cukup jauh dari asrama. Karena ingin menghemat, untuk pertama kalinya mereka naik kereta bawah tanah atau subway.
Saat naik kereta, dengan bahasa tarzan mereka memastikan bahwa kereta itu memang bertujuan ke tempat pelatihan.
Ditengah gerbong yang penuh sesak, mereka mendapati beberapa tempat duduk kosong. Daripada berdiri dan berdesakan sepanjang perjalanan, mereka segera duduk di tempat kosong itu.
Saat mengobrol menunggu sampai, teman saya menyadari bahwa banyak penumpang lain yang memandangi mereka sambil tertawa. Selidik punya selidik, ternyata mereka duduk di bangku khusus orang cacat. Pantas saja tempat duduk itu tetap kosong meskipun kereta penuh sesak. Tapi telanjur malu, mereka tetap duduk disitu, pura-pura tak tahu.
Setelah melewati beberapa stasiun penumpang banyak berkurang, sampai akhirnya saat berhenti di satu stasiun, tidak ada penumpang lain selain rombongan teman saya ini.
Setelah beberapa saat, mereka curiga karena kereta tidak juga berangkat. Kereta subway di Jepang sangat ketat dalam jadwal keberangkatan, tidak mungkin terlambat.Tapi kalau salah kereta juga tidak mungkin, karena mereka sudah memastikan bahwa kereta ini bertujuan ke tempat pelatihan.
Salah satu dari mereka keluar gerbong dan segera kembali masuk sambil menahan tawa. Ternyata rangkaian kereta didepan gerbong mereka sudah tidak ada. Jadi saat sampai di stasiun itu, dua gerbong terakhir ditinggal dan sisanya tetap berangkat ke tujuan. Jika ingin ikut, seharusnya mereka pindah ke gerbong didepannya.
Rupanya begini cara modern gaya Jepang untuk ketinggalan kereta ...
Sabtu, 26 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar