Sabtu, 29 November 2008

(BO) Orang Terkenal

Suatu sore saya diajak teman saya, sesama jomblo, untuk menemaninya menemui seorang gadis kenalan barunya yang selama ini belum pernah ditemuinya, hanya saling telepon saja.
Disana setelah berkenalan kami ngobrol santai bertiga. Namun beberapa kali saya agak terganggu dengan gaya teman saya yang over-acting untuk menarik perhatian si gadis, bahkan terkadang berkesan membanding-bandingkan atau menjatuhkan saya. Meski kesal, saya berusaha diam saja, tetapi mungkin karena saya diam saja, ia justru semakin 'bersemangat'.
Disaat ditanya tentang pekerjaannya, teman saya ini mulai menyombongkan diri lagi dengan bercerita bahwa ia sudah cukup lama berwiraswasta di bidangnya.
"Coba, semua supplier sampai yang paling besar juga sudah tahu siapa saya. Sampai satpam PT Anu juga kenal saya." katanya bangga.
Tidak tahan dengan gaya over-actingnya sejak tadi, saya menyahut, "Iya, semua tahu siapa dia. Abis banyak utangnya!"
Malam itu saya terpaksa pulang kerumah naik angkot.

Sabtu, 22 November 2008

(D) Good Luck Mr. Gorsky!

When Apollo Mission Astronaut Neil Armstrong first walked on the moon, he not only gave his famous "one small step for man, one giant leap for mankind" statement but followed it by several remarks, usual com traffic between him, the other astronauts and Mission Control.
Just before he re-entered the lander, however, he made the enigmatic remark, "Good luck Mr. Gorsky."
Many people at NASA thought it was a remark concerning some rival Soviet Cosmonaut.
However, upon checking, there was no Gorsky in either the Russian or American space programs.
Over the years, many people questioned Armstrong as to what the "Good luck Mr. Gorsky" statement meant, but Armstrong always just smiled.
On July 5, 1995 in Tampa, Florida, while answering questions following a speech, a reporter brought up the 26 year old question to Armstrong. This time he finally responded. Mr. Gorsky had finally died and so Neil Armstrong felt he could answer the question.
Armstrong explained, “When I was a kid, I was playing baseball with a friend in the backyard. My friend hit a fly ball which landed in the front of his neighbor's bedroom windows. My neighbors were Mr. & Mrs. Gorsky. As I leaned down to pick up the ball, I heard Mrs. Gorsky shouting at Mr. Gorsky, "Oral sex! You want oral sex?! You'll get oral sex when the kid next door walks on the moon!"

Sabtu, 15 November 2008

(SU) Patung Srikandi

Jika Anda pernah melintas dari Semarang ke Yogyakarta, saat akan memasuki kota Muntilan ada sebuah patung Srikandi yang mementang busur siap memanah menghadap ke jalan raya. Sebuah karya seni yang tepat karena disekitarnya memang banyak penjual barang-barang seni berupa patung dan ukiran dari batu. Namun ternyata patung itu bisa dipakai untuk mengerjai teman seperjalanan.
Saat kuliah saya di Yogya hampir selesai, saya mengendarai mobil ditemani sahabat saya, Rudy, dari Semarang ke Yogya. Saat itu peraturan tentang sabuk keselamatan baru mulai digalakkan, sehingga meskipun sudah memakai sabuk pengaman, kami tetap waspada seandainya ada pemeriksaan polisi.
Ketika hampir sampai ke patung Srikandi diatas, mendadak dengan wajah serius saya berseru pada Rudy, "Awas, nunduk! nunduk!".
Terkejut, Rudy celingukan dan membungkukkan badan siap bersembunyi dibalik dashboard, "Ada apa? Ada apa?" tanyanya bingung.
"Itu lho, mau dipanah..." jawab saya santai sambil menunjuk patung Srikandi memegang busur dipinggir jalan.

Sabtu, 08 November 2008

(SU) Yogya Creative

Kreatifitas orang Yogya dapat terlihat dengan mudah jika Anda melewati jalanan kota itu dan memperhatikan nama-nama usaha seperti warung makan dan toko.
Sewaktu saya masih kuliah disana, ada gedung bioskop "Empire 21" dan dibawahnya ada supermarket "Hero" (keduanya kini sudah tutup atau pindah tempat). Beberapa minggu setelah keduanya dibuka, ada warung makan baru di jalan di belakang gedung itu yang bernama "Empere Hore".

Sabtu, 01 November 2008

(BO) Surga

Seorang anak kecil bertanya pada seorang Pendeta,"Pak, surga itu seperti apa sih?"
"Anakku," jawab si Pendeta, "Surga itu adalah tempat yang paling menyenangkan yang pernah ada."
Setelah berpikir sejenak si anak lalu berbisik pada temannya,"Ternyata surga itu cuma seperti McDonalds ya?"