Jika Anda pernah melintas dari Semarang ke Yogyakarta, saat akan memasuki kota Muntilan ada sebuah patung Srikandi yang mementang busur siap memanah menghadap ke jalan raya. Sebuah karya seni yang tepat karena disekitarnya memang banyak penjual barang-barang seni berupa patung dan ukiran dari batu. Namun ternyata patung itu bisa dipakai untuk mengerjai teman seperjalanan.
Saat kuliah saya di Yogya hampir selesai, saya mengendarai mobil ditemani sahabat saya, Rudy, dari Semarang ke Yogya. Saat itu peraturan tentang sabuk keselamatan baru mulai digalakkan, sehingga meskipun sudah memakai sabuk pengaman, kami tetap waspada seandainya ada pemeriksaan polisi.
Ketika hampir sampai ke patung Srikandi diatas, mendadak dengan wajah serius saya berseru pada Rudy, "Awas, nunduk! nunduk!".
Terkejut, Rudy celingukan dan membungkukkan badan siap bersembunyi dibalik dashboard, "Ada apa? Ada apa?" tanyanya bingung.
"Itu lho, mau dipanah..." jawab saya santai sambil menunjuk patung Srikandi memegang busur dipinggir jalan.
Sabtu, 15 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar