Sabtu, 30 Agustus 2008

(SU) Voice recognition

Beberapa waktu yang lalu saya berandai-andai dengan seorang teman, seandainya komputer sudah sangat canggih dan mampu menerima perintah lisan atau voice recognition, apa yang akan terjadi.
Menurut saya, yang terjadi adalah akan banyak email seperti ini:

From: anu@ini.com
To: Max Darmawan
Subject: Undangan seminar

[message start]
Dengan hormat,
Bersama ini kami mengundang Bapak untuk hadir di seminar kami, uhuk! Uhuk! Uhuk!
Lho kok? Wah, malah ikutan diketik? Gimana nih? Hapus! Delete! Hmmm... close!
Halo, tech-support? Ini saya ngetik email malah semua omongan ikut masuk ke email. Apa? Jangan bilang apa? Kenapa kita nggak boleh bilang

[SEND command accepted]

[message end]

Akan lebih parah lagi jika suatu saat komputer sudah mampu membaca gelombang otak kita sebagai ganti keyboard dan mouse, terutama untuk orang-orang yang pikirannya suka kemana-mana:

From: anu@ini.com
To: Max Darmawan
Subject: Undangan seminar

[message start]
Dengan hormat,
Bersama ini kami mengundang Bapak untuk hadir, wah! Cakep bener tu cewek. Pegawai baru kali? Ngapain juga si Amat sok akrab? Ntar abis ini tanya HRD ah...
Lho? Kok masuk semua? Waduh! Delete! Delete! Wah, bisa dipecat nih kalau email ini sampai di

[SEND command accepted]

[message end]

Tidak ada komentar: