satunya adalah Pak Dadang, teman kerja sewaktu di Yogya. Dia memang
"komedian pabrik".
Suatu saat, di Yogya sedang wabah demam berdarah, dan beberapa rekan
dengan sukarela menyumbangkan darahnya di PMI. Waktu jam makan siang,
banyak diantara kami yang muncul di ruang makan dengan bagian dalam siku
masih diplester, bekas jarum untuk mengambil darah.
Seorang rekan bertanya pada saya,"Pak, Anda tidak ikut menyumbang darah?"
Sebelum saya sempat menjawab, Pak Dadang sudah menyambar,"Jangan, pak
Max jangan ikut menyumbang! Nanti bikin susternya jantungan!"
Keheranan, saya dan rekan saya bertanya,"Jantungan gimana, Pak Dadang?"
"Iya, kalau orang lain sikunya ditusuk jarum suntik, lalu disedot, pasti
keluar darah." jelasnya.
"Lha kalau pak Max, kalau disedot, pasti susternya kaget, karena yang
keluar cuma angin, bukan darah. Sesudah dilihat lagi, ooo... ternyata
jarumnya nembus kebelakang, saking kurusnya tangannya..."
Teriring salam untuk Pak Dadang dan semua kru band Black Mask...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar